Oleh: Imron Rosidi
Kajian Pustaka atau Landasan Teori merupakan bagian kedua (Bab II) dalam sebuah karya ilmiah. Kajian pustaka memuat dua hal pokok, yaitu deskripsi teoritis tentang objek (variabel) yang diteliti dan argumentasi atas hipotesis yang diajukan. Bahan kajian pustaka dapat dirujuk dari buku teks, makalah, laporan-laporan sebelumnya, laporan kegiatan seminar, jurnal-jurnal penelitian, dan diskusi-diskusi ilmiah. Selanjutnya, bagaimanakah cara menulis rujukan dalam karya tulis?
Teori-teori yang akan digunakan sebagai dasar dalam kajian pustaka dapat diambil dari berbagai sumber. Sumber kajian pustaka tersebut dapat digolongkan ke dalam dua kelompok, yaitu: (1) sumber acuan umum, dan (2) sumber acuan khusus (Suryabrata, 1983:72). Yang dapat digolongkan ke dalam sumber acuan umum antara lain: buku-buku teks, ensklopedi, kamus, monograph, dan sejenisnya, sedangkan sumber acuan khusus meliputi: kepustakaan berbentuk jurnal, buletin penelitian, makalah dan sumber bacaan lain yang memuat laporan hasil penelitian, serta berbagai tulisan dari sumber internet. Sumber kajian pustaka juga dapat digolongkan ke dalam (1) sumber kepustakaan primer, dan (2) sumber kepustakaan sekunder (TIM IKIP Malang, 1993:13).
Cara Merujuk
Perujukan dilakukan dengan menggunakan nama akhir. Jika ada dua pengarang, perujukan dilakukan dengan cara menyebutkan nama akhir kedua pengarang tersebut. Jika pengarangnya lebih dari tiga orang, penulisan rujukan dilakukan dengan cara menulis nama belakang pengarang pertama dan diikuti dengan singkatan dkk.
Jika nama pengarang tidak disebutkan, yang dicantumkan dalam rujukan adalah nama lembaga yang menerbitkan, nama dokumen yang diterbitkan, atau nama koran. Untuk karya terjemahan, perujukan dilakukan dengan cara menyebutkan nama pengarang aslinya.
Cara Merujuk Kutipan Langsung
a. Kurang dari 40 kata
• Ramelan (1990:91) mengemukakan bahwa “masa depan kehidupan manusia akan dipengaruhi inovasi iptek yang berhubungan dengan penemuan, pengembangan, dan penggunaan”.
• Disadari atau tidak “masa depan kehidupan manusia akan dipengaruhi inovasi Iptek yang berhubungan dengan penemuan, pengembangan, dan penggunaan” (Ramelan, 1990:91).
b. Kutipan yang berisi 40 kata atau lebih ditulis tanpa tanda kutip secara terpisah dari teks yang mendahului. Pengetikan dimulai dengan first line 1,25 cm atau pada ketukan ke-6 dari garis tepi sebelah kiri untuk ketik manual, dan diketik dengan spasi tunggal. Nomor halaman juga harus ditulis. Perhatikan contoh di bawah ini!
Lutony (1999:10) mengemukakan hal sebagai berikut
Cara Merujuk Kutipan Tak Langsung
Kutipan yang dikemukakan dengan bahasa penulis sendiri tanpa menggunakan tanda kutip dan terpadu dalam teks. Nama pengarang bahan kutipan dapat disebut terpadu dengan teks atau disebut dalam kurung bersama tahun penerbitannya. Nomor halaman tidak harus disebutkan.
• Salimin (1990) tidak menduga bahwa kualitas siswa kejuruan ternyata tidak jauh berbeda dengan siswa SMA.
• Kualitas siswa kejuruan ternyata tidak kalah dengan siswa SMA (Salimin, 1990).
Cara Merujuk Kutipan yang Telah Dikutip di Suatu Sumber
Merujuk teori seseorang pada buku orang lain dimulai dengan menuliskan nama pemilik asli teori tersebut yang dilanjutkan dengan penulis buku tempat teori tersebut yang didahului dengan memberi kata dalam.
Contoh:
Damrosh (dalam Brockopp dan Tolsma, 2000:126) mengatakan bahwa salah satu metode yang telah diusulkan sebagai cara untuk melindungi kerahasiaan adalah mempunyai kode (identifikasi) yang dihasilkan peserta sendiri.
0 Response to "kebahasaan"
Posting Komentar